Cinta Sesaat Atau Cinta Beneran?

wanitaSimbiosis Mutualisme

Memang ada pepatah yang mengatakan bahwa cinta sejati itu harus ikhlas memberi tanpa pamrih. Tapi tidak adil rasanya jika Anda mempertahankan pria yang tidak sepenuhnya mencintai Anda. Harus ada take and give dalam cinta. Itu merupakan aturan penting tak tertulis! Misalnya, ada pria yang mengaku pernah menjalani hubungan untuk kesenangan sesaat. Mengapa? Karena si wanita pun menyetujuinya. Tentu saja kaum pria tidak segampang itu memilih wanita, meski untuk sesaat.

Namun entah kenapa, wanita yang dipilih pria untuk dijadikan pasangan sesaat selalu memiliki stereotipe cantik, tinggi dan langsing. Bagi mereka, wanita dengan kriteria tersebut tidak pernah serius dalam berhubungan. "Mereka sibuk menjaga penampilannya," ujar seorang pengusaha muda saat di temui di sela makan siangnya. "Mudah untuk menyudahi hubungan dengan mereka, tanpa membuat mereka patah hati. Toh masih banyak wanita yang menginginkan mereka!" sambungnya.

Pengaruh Status Sosial

Di zaman modern ini ternyata masih banyak yang memegang teguh prinsip kasta dalam cinta. Maksudnya, tidak mungkin seorang pengusaha ternama memiliki pasangan dari kalangan bawah. Sebenarnya bukan disengaja hal seperti ini terjadi. Seorang pria yang punya reputasi bagus di kantor, maupun karier sebagai artis ternama akan bergaul dengan orang-orang yang sederajat dengan mereka. Tempat hang out-nya pun berbeda dengan masyarakat kelas bawah.

So, entah untuk jangka panjang atau pendek, pria seperti itu akan memilih wanita yang biasa ditemuinya di tempat yang biasa mereka datangi. Come on, kisah tentang pria kaya yang menikahi wanita miskin cuma ada di telenovela! Kecuali takdir berbicara lain.

Stereotipe Terpercaya

Kenyataannya, stereotipe wanita yang ingin menjadi pasangan pria tampan dan pintar tidak semuanya cantik dan seksi. Bukan karena alasan bahwa Tuhan itu adil, ya! Namun wanita cerdas, berhati baik, serta pintar membawa dirilah yang mereka pilih jadi pasangan, untuk jangka panjang tentunya. Menurut psikolog di Yale University, "satu pasangan saling tertarik satu sama lain karena adanya faktor yang berlawanan, misalnya saja pasangan dengan sistem kekebalan tubuh yang berbeda cenderung saling tertarik, selain itu juga karena beda karakter, serta pandangan." Jadi jangan aneh jika Anda melihat banyak pasangan yang jika dilihat secara kasat mata tampak tidak cocok, baik dari segi fisik, maupun kepribadiannya.

Justru menurut penelitian, perbedaan itulah yang membuat mereka menjadi klop! Wajah cantik itu sesaat, namun hati cantik akan abadi," kata seorang aktor tampan yang enggan disebutkan namanya. Sekarang, tergantung si wanita, apakah ingin menjadi pilihan untuk jangka pendek, atau jangka panjang?

 


Source: Cosmopolitan, Juli 2009, halaman 164