Makin Stres, Jerawat Tambah Banyak

jerawatSiapa sih yang tak akan stres kalau di wajahnya mulai muncul jerawat? Anda jadi tak bebas mengambil foto dan terus-terusan mengkhawatirkan penampilan wajah Anda. Padahal, tahu tidak kalau stres dan depresi justru bisa membuat jerawat Anda semakin parah?

Skenario ini pasti banyak dialami oleh banyak orang. Jerawat mulai bermunculan saat Anda akan menjalani hari-hari menegangkan seperti ujian, wawancara kerja, atau hal lainnya. Baru-baru ini, ilmuwan menyadari kaitan antara stres dengan tumbuhnya jerawat di wajah Anda.

Ternyata, sel yang memproduksi sebum berminyak memiliki reseptor terhadap hormon stres. Sebum adalah zat jahat yang bercampur dengan sel kulit mati dan bakteri dalam  proses penyumbatan pori-pori kulit. Inilah  yang bisa menyebabkan munculnya jerawat.

Berdasarkan Times of India (23/07), stres yang Anda rasakan akan memicu terbentuknya lebih banyak sebum atau zat berminyak tersebut. Ini tentu saja akan berujung pada semakin banyaknya jerawat yang muncul di wajah Anda.

Meski begitu, beberapa ilmuwan masih belum yakin dengan teori tersebut. Stres memang dapat mengakibatkan produksi sebum yang berlebihan, namun ini belum tentu bisa mengakibatkan jerawat.

Untuk itu, ilmuwan terus meneliti kaitan antara stres dan tumbuhnya jerawat selain karena hormon stres dan peningkatan jumlah produksi sebum.

Sementara, tak ada salahnya jika Anda mulai memperhatikan efek stres pada jerawat Anda. Pastikan Anda mengatasi stres yang Anda rasakan dengan cara yang benar sehingga tak ada kemungkinan stres bisa menumbuhkan jerawat pada kulit Anda. Ingat bahwa bebas stres bisa juga berarti bebas jerawat.