Di sisi lain, perbedaan pendapat dengan orang yang Anda sayangi juga tidak dapat dihindari, walaupun mungkin perbedaan pendapat itu muncul justru karena Anda peduli terhadapnya. Kata-kata menyakitkan yang terlanjur dilontarkan, tidak bisa ditarik kembali walaupun Anda sangat menyesalinya. Jadi bacalah tips berikut ini yang akan membantu Anda dalam mengontrol emosi ketika sedang terprovokasi atau sedang "panas"
1. Dengarkan apa kata orang lain
Apakah kritik yang Anda dapatkan dari orang yang Anda cintai benar-benar membuat Anda marah? Cobalah untuk benar-benar mendengarkan apa yang mereka beritahukan kepada Anda - mungkin itu untuk kebaikan Anda sendiri. Setelah itu, mereka mungkin akan mencoba untuk memberitahu Anda sesuatu yang mereka rasa penting.
Hadapi saja, kadang-kadang kata-kata yang mereka ucapkan memang menyakiti Anda. Itu karena mereka tidak mengetahui cara yang baik untuk memulai pembicaraan tentang topik yang sensitif. Selain itu, lihatlah pesan di balik kata-kata yang dia ucapkan. Benar atau tidak yang dia katakan? Jangan terburu-buru melakukan pembelaan diri dulu. Pertimbangkan bagaimana cara Anda mengutarakan pendapat supaya pendapat itu tidak disalahartikan, meskipun Anda merasa mengatakan sesuatu yang benar.Tanggapilah apa yang orang lain katakan, bukan bagaimana cara ia mengatakannya.
2. Pergi dan berpikirlah
Kadang-kadang sulit untuk benar-benar memahami apa yang orang lain katakan, apalagi ketika Anda mulai bereaksi terhadap kata-kata yang dia gunakan, atau ketika Anda melihat tanda-tanda kemarahan pada wajahnya. Namun demikian, tetap beritahu pasangan bahwa Anda menghargai kejujurannya. Selalu yakinkan dia bahwa Anda akan kembali membicarakan hal-hal yang memunculkan perbedaan tersebut, namun tidak sekarang. Kemudian tenangkanlah diri Anda sendiri dan cobalah untuk melihat situasi se-obyektif mungkin. Dalam hal ini, Anda dan pasangan sama-sama perlu menenangkan diri.
3. Bayangkan sesuatu yang indah
Pergi ke tempat yang menyenangkan adalah salah satu alternatif untuk mengontrol emosi Anda. Jika Anda mendapat berita buruk atau jika Anda sedang berjuang untuk menghadapi situasi eksplosif, mengingat atau membayangkan sesuatu yang memberi Anda kedamaian atau kebahagiaan tentu akan sangat membantu Anda untuk mengontrol emosi. Tarik napas dalam-dalam. Bayangkan diri Anda terbebas dari suatu keadaan yang buruk dan sedang ada pada situasi yang baik atau menyenangkan!
4. Temukan titik tengah
Temukan apa yang Anda dan pasangan inginkan ketika menghadapi suatu masalah dan cobalah untuk saling mengerti satu sama lain. Saling memberi dan menerima adalah hal yang sangat baik dalam suatu hubungan. Cobalah untuk selalu mencari titik tengah atau win-win solution ketika Anda menghadapi masalah dengan pasangan Anda.
5. Olahraga
Olahraga kompetitif seperti berlari, basket, renang, tenis, dan sebagainya dapat membantu mengontrol emosi Anda. Selain itu, Elle Woods juga memberi informasi yang menyenangkan kepada kita di Legally Blonde, bahwa olahraga memberi kita endorfin. Endorfin berfungsi sebagai neurotransmitter (penetral) yang dapat membantu kita untuk menjadi lebih tenang.
6. Curhat dengan orang yang tepat
Sehubungan dengan tip sebelumnya, Anda mungkin ingin mencari tempat curhat yang nyaman di mana Anda dapat mengeluarkan semua kemarahan Anda. Datanglah pada seorang teman yang Anda percaya atau anggota keluarga Anda yang lain dan curahkan segala perasaan Anda kepadanya. Atau ambillah buku harian, dan mulai untuk melampiaskan kemarahan Anda di sana. Tentu hal tersebut akan sangat membantu Anda mencurahkan segala unek-unek.
7. Tetap tenang dengan menjaga kesegaran tubuh
Jangan biarkan dampak musim panas berdampak pula pada suasana hati Anda. Panas dan kelembaban, selain membawa masalah seperti kulit terbakar dan biang keringat, juga dapat menyebabkan gatal/iritasi yang menyebabkan mood semakin buruk. Solusinya adalah, tetaplah menjaga tubuh Anda agar tetap segar. Mandilah di pagi hari dan ketika Anda pulang bekerja di malam. Melepas dahaga dengan makanan dan minuman yang menyegarkan tentu sangat membantu Anda untuk fresh.
8. Jangan memperburuk keadaan
Jika Anda marah, pergi keluar dan minum mungkin menjadi salah satu alternatif bagi sebagian orang. Alkohol bisa menjadi penenang, tetapi perlu Anda waspadai bahwa alkohol juga dapat menjadi bahan bakar kemarahan. Yang perlu Anda ketahui adalah bahwa alkohol dapat merusak kendali Anda, dan marah adalah sesuatu yang harus benar-benar dikontrol. Jadi, jangan memperburuk keadaan dengan melampiaskan kemarahan Anda pada minum-minuman keras.
9. Biarkan kemarahan itu pergi
“Ngambek” adalah suatu hal yang kekanak-kanakan. Semakin Anda menyimpan rasa marah dan terluka, maka semakin sulit untuk melepaskannya. Perlu bagi Anda untuk memaafkan, ya, meskipun bukan untuk melupakan. Maafkanlah kesalahan orang yang menyebabkan Anda sakit hati, walaupun memaafkan bukan berarti melupakan.
10. Mintalah maaf
"Maaf" adalah sebuah kata yang seringkali diremehkan, terutama apabila yang bersangkutan tidak merasa salah. Tapi kata maaf akan sangat berarti ketika Anda sedang memperbaiki hubungan dengan seseorang. Maaf adalah dialog pembukaan untuk mengatakan "Mari kita memperbaiki diri menjadi lebih baik", dan maaf merupakan langkah pertama untuk membiasakan diri Anda menerima pendapat orang lain tanpa harus emosi . Selalu katakan bahwa Anda menyesal telah menyakiti seseorang - bersungguh-sungguhlah ketika mengutarakan penyesalan itu. Anda tentu tidak ingin membangun kembali hubungan dengan kebohongan, oleh karena itu permintaan maaf Anda juga jangan omong kosong.